Tarik-ulur Jokowi-Abbott soal hukuman mati Duo Bali Nine

Eksekusi mati di Indonesia membuat Perdana Menteri Australia Tony Abbott jadi pusing. Pasalnya, ada dua warganya yang jadi terdakwa eksekusi mati lantaran kasus narkoba di Bali yang lebih dikenal dengan Bali Nine.

Dia (Abbott) dan Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop gencar meminta Indonesia untuk membatalkan proses eksekusi. Pertengahan bulan ini, kedua petinggi di Australia tersebut menghantam Indonesia dengan isu akan memboikot pariwisata di Bali apabila eksekusi terhadap dua warganya tetap dilakukan.

Selain itu, Tony Abbott juga terakhir menyinggung tentang bantuan Australia terhadap Indonesia pada saat tsunami Aceh 2004 silam. Hal tersebut membuat masyarakat Indonesia geram.

Pemerintah dan masyarakat Indonesia sangat tersinggung. Ekspresi pemerintah (Kemlu) diungkapkan dengan harapan pernyataan Abbott tidak merefleksikan watak asli Australia, sedangkan masyarakat hingga berunjuk rasa sampai membuat gerakan koin untuk Australia guna mengembalikan duit bantuan Australia saat bencana tsunami Aceh.

"Semakin lama orang akan semakin terlihat warna sebenarnya. Saya harap pernyataan yang dibuat (PM Australia) tidak menunjukkan warna asli orang Australia," katanya dalam jumpa pers, Rabu (18/2).

Ketika eksekusi akhirnya diundur dengan alasan renovasi tempat eksekusi di Nusa Kambangan, Australia merasa lega. Menlu Negeri kanguru tersebut, Julie Bishop, hingga menelepon Wakil Presiden Jusuf Kalla dan berterima kasih atas pengunduran eksekusi mati.

Jokowi sendiri adem ayem dengan masalah ini. Baginya, hukuman mati, apalagi yang terkait masalah narkoba, tetap harus dijalankan. Alasannya,

Merdeka.com 

Related Posts

No comments:

Post a Comment